LASUSUA – Operasi pengejaran terhadap 11 tahanan yang kabur dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara terus menunjukkan perkembangan. Hingga Kamis (2/7/2026) malam, aparat kepolisian berhasil menangkap kembali empat tahanan, sementara tujuh lainnya masih dalam pengejaran intensif.
Empat tahanan yang telah berhasil diamankan masing-masing Muhammad Sidik yang ditangkap di wilayah Katoi, Sahrul di Kecamatan Wawo, Agrivaldi di Desa Latawe, Kecamatan Ranteangin, serta Junaidi yang diringkus sekitar pukul 22.15 Wita di Desa Katoi, Kecamatan Katoi.
Kapolres Kolaka Utara, AKBP R. Todoan Agung Gultom, S.I.K., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan personel gabungan berdasarkan jejak pelarian, pengembangan informasi di lapangan, serta dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, hingga saat ini empat dari sebelas tahanan yang melarikan diri telah berhasil kami amankan, yakni Muhammad Sidik, Sahrul, Agrivaldi, dan terakhir Junaidi. Operasi pencarian masih terus kami lakukan secara maksimal,” ujar Kapolres, Jumat (3/7/2026).
Kapolres mengimbau tujuh tahanan yang masih buron agar segera menyerahkan diri sebelum aparat mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum. Ia juga meminta masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para buronan.
“Saya mengimbau tujuh tahanan yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri. Kepada masyarakat, apabila mengetahui atau melihat keberadaan mereka, segera sampaikan informasi kepada kami melalui layanan 110 atau kantor kepolisian terdekat. Kami optimistis seluruh tahanan yang masih buron akan segera diamankan kembali,” tegasnya.
Sejak peristiwa kaburnya 11 tahanan pada Kamis dini hari, personel Polres Kolaka Utara bekerja selama 24 jam dengan membagi tim ke berbagai wilayah guna mempersempit ruang gerak para buronan.
Dalam operasi tersebut, tim pemburu sebelumnya menemukan sisa makanan yang diduga ditinggalkan para tahanan di wilayah Katoi. Selain itu, petugas juga menemukan satu unit sepeda motor hasil pencurian di Desa Maruge yang diduga digunakan untuk mendukung pelarian mereka. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam memetakan arah pergerakan para buronan.
Untuk mengantisipasi para tahanan melarikan diri ke luar Kabupaten Kolaka Utara, Polres Kolaka Utara memperketat pengawasan di sejumlah jalur perbatasan serta berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar.
Hingga kini, operasi pencarian terhadap tujuh tahanan yang masih buron terus berlangsung dengan melibatkan seluruh kekuatan personel untuk menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian mereka. Polisi memastikan upaya pengejaran akan terus dilakukan hingga seluruh tahanan yang kabur berhasil diamankan kembali.






